
waktu berlalu berlaju ku ikuti
larut dalam derita yang tak menentu
ntah harus berhenti atau tak
mentari berkejar menyerupai air bergejolak
bilangan tak terbilang membaca satu detak
mengharap satu tujuan
menjulang arti ketulusan
dalam harap nyata terucap
berlahan kujelang harapan dalam kepercayaan
tapi...
aku mati berdiri merugi
tanpa nama
diantara rasa cekam
hingga duri menjadi api
aku masih hidup
diantara nadi yang kau bikin mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar