Selasa, 10 Agustus 2010

rasa yang tak pernah mati


waktu berlalu berlaju ku ikuti
larut dalam derita yang tak menentu
ntah harus berhenti atau tak
mentari berkejar menyerupai air bergejolak

bilangan tak terbilang membaca satu detak
mengharap satu tujuan
menjulang arti ketulusan
dalam harap nyata terucap

berlahan kujelang harapan dalam kepercayaan
tapi...
aku mati berdiri merugi
tanpa nama
diantara rasa cekam
hingga duri menjadi api

aku masih hidup
diantara nadi yang kau bikin mati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar