
tertegun ...
aku ada diantara persimpangan
melangkah tak menentu
barat - selatan - utara - timur
sepertinya engan tuk berjalan apalagi berlari
pilihan di depan mata tak kunjung usai
jalan yang tertempuh selalu bercabang
dengan gejolak tak jelaskan arah
bebatuan tandus dan daun yang hijau
menjadi bayang-bayang halus
hingga kebingungan beranjak di wajah kelam
kusadar hari semakin malam
dengan gelap tanpa bintang sinari jalanku
tapi ... semua itu memeng pilihan
langkah kakiku pun diam
terpaku menatap satu bintang di langit
ternyata, batu tandus adalah pilihan utama
tanpa ragu ku tatap sinarnya
ku tetapkan hati dan percaya
ujung jalan itu pasti aku temukan
seandainya tak kau temukan ujungnya yang dimaksud
BalasHapusadakalanya memutar haluan lebih bijak untuk dilakukan
sebelum raga menemui fana yang sempurna
happy ngeblog shell...^_^