Selasa, 10 Agustus 2010

jalan utama


tertegun ...
aku ada diantara persimpangan
melangkah tak menentu
barat - selatan - utara - timur
sepertinya engan tuk berjalan apalagi berlari
pilihan di depan mata tak kunjung usai

jalan yang tertempuh selalu bercabang
dengan gejolak tak jelaskan arah
bebatuan tandus dan daun yang hijau
menjadi bayang-bayang halus
hingga kebingungan beranjak di wajah kelam

kusadar hari semakin malam
dengan gelap tanpa bintang sinari jalanku
tapi ... semua itu memeng pilihan
langkah kakiku pun diam
terpaku menatap satu bintang di langit

ternyata, batu tandus adalah pilihan utama
tanpa ragu ku tatap sinarnya
ku tetapkan hati dan percaya
ujung jalan itu pasti aku temukan

1 komentar:

  1. seandainya tak kau temukan ujungnya yang dimaksud
    adakalanya memutar haluan lebih bijak untuk dilakukan
    sebelum raga menemui fana yang sempurna

    happy ngeblog shell...^_^

    BalasHapus