
mengendap dalam gelap malam
menghadang para konvoi
dengan jantung bergegas kencang
tubuh di dera peluru
terbaring beku lumuran darah di rumput ilalang
saat itu...
kami belum tau
ketika itu kami belum tumbuh di rahim ibu
terpelanting, bertahan habis-habisan dengan seragam kumal
beberapa compang camping..
kesetiakawanan menulang pada sumsum mereka
dengan mengunci rapat barisan pasukan
kemerdekaan telah ter' rebut
adalah warisan bagi negeri kami
tapi,... kemerdekaan tak lagi kenal rasa rendah diri
saat sekolah naik sepeda bukan segumpal rasa bangga lagi
kemerdekaan....
adalah ketika hati nurani bebas melangkah
dengan gagah, bebas berkata tanpa terbata-bata
Aku bebas dalam menarikan jari lentikku
ku buat kalimat dengan hatiku
yah ... aku adalah salah satu pujangga
meski belum bisa disebut begitu
tapi aku masih belajar dan belajar
bagaimana merdeka menurutmu ?
itu terserah dirimu sendiri ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar