Minggu, 15 Agustus 2010

Merdeka bagi ku !


mengendap dalam gelap malam
menghadang para konvoi
dengan jantung bergegas kencang
tubuh di dera peluru
terbaring beku lumuran darah di rumput ilalang

saat itu...
kami belum tau
ketika itu kami belum tumbuh di rahim ibu

terpelanting, bertahan habis-habisan dengan seragam kumal
beberapa compang camping..
kesetiakawanan menulang pada sumsum mereka
dengan mengunci rapat barisan pasukan

kemerdekaan telah ter' rebut
adalah warisan bagi negeri kami
tapi,... kemerdekaan tak lagi kenal rasa rendah diri
saat sekolah naik sepeda bukan segumpal rasa bangga lagi

kemerdekaan....
adalah ketika hati nurani bebas melangkah
dengan gagah, bebas berkata tanpa terbata-bata

Aku bebas dalam menarikan jari lentikku
ku buat kalimat dengan hatiku
yah ... aku adalah salah satu pujangga
meski belum bisa disebut begitu
tapi aku masih belajar dan belajar

bagaimana merdeka menurutmu ?
itu terserah dirimu sendiri ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar